James McAvoy Merasa Beruntung Berbagi Peran dengan Patrick Stewart
James McAvoy mengungkapkan kesan dan kenangannya terkait Patrick Stewart yang meninggal dunia dalam usia 86 tahun pada Rabu (28/10).
Dalam unggahan di Instagram, McAvoy yang berbagi peran dengan Stewart sebagai Charles Xavier/Professor X dalam semesta X-Men. Keduanya juga tampil bersama dalam X-Men: Days of Future Past (2014).
Lihat Juga : |
"Ke mana pun Anda melangkah, saya tahu Anda akan melangkah dengan penuh keberanian... Saya cukup beruntung bisa bekerja sama dengan Sir Patrick beberapa kali, dan beliau selalu bersikap sangat baik kepada saya," kata McAvoy.
"Baik saat saya masih menjadi penggemar maupun kemudian sebagai rekan kerja, saya merasa beruntung pernah menempuh perjalanan bersama Anda, meski hanya untuk sementara waktu," lanjutnya.
James McAvoy memerankan karakter Charles Xavier/Professor X dalam semesta X-Men pada 2011 hinga 2019, tepatnya X-Men: First Class (2011), X-Men: Days of Future Past (2014), X-Men: Apocalypse (2016), dan X-Men: Dark Phoenix (2019).
Sementara itu, Patrick Stewart adalah pemeran pertama karakter tersebut sejak 2000 lewat X-Men, kemudian berlanjut dengan X2 (2003), X-Men: The Last Stand (2006), X-Men Origins: Wolverine (2009), The Wolverine (2013), X-Men: Days of Future Past (2014).
Stewart kembali menjadi Charles Xavier/Professor X dalam Logan (2017), Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022), dan untuk yang terakhir kali adalah Avengers: Doomsday yang akan tayang pada Desember 2026.
Patrick Stewart meninggal dunia saat berusia 86 tahun. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (28/10) di kediamannya kawasan Los Angeles, AS.
Kabar duka tersebut diungkapkan Kelly Bush Novak selaku perwakilan resmi Patrick Stewart pada Kamis (29/10), sekaligus membeberkan kondisi kesehatan aktor legendaris itu sebelum meninggal dunia.
Bintang Star Trek dan X-Men tersebut sebelumnya tidak pernah mempublikasikan diagnosis penyakitnya. Kini, Patrick Stewart dikonfirmasi sempat berjuang melawan Alzheimer dan demensia Lewy body.
People memberitakan kondisi medis yang dialami Stewart dikenal sebagai demensia campuran (mixed dementia).
Di saat-saat terakhirnya, perwakilan memastikan Stewart meninggal dengan damai dikelilingi orang-orang terdekatnya.
"Ia berada dalam pelukan hangat keluarga dan teman-teman, dikelilingi oleh musik live, doa, air mata, tawa, dan jenis emosi mendalam yang hanya bisa ia inspirasi setelah seumur hidup mengabdi kepada kita semua," ungkap perwakilan tersebut.
"Kami akan selamanya mengenang rasa damai dan cerminan di wajahnya, sebuah pengingat abadi akan keanggunannya yang tak tertandingi."