CERITA DI BALIK STUDIO

Stop the Wedding!, Cerita Lalu Ashe yang Kini Telah Pulih

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 05:00 WIB
Ashe mengakui bahwa lagu tersebut lahir memang dari pengalamannya menjalani rumah tangga yang toksik dan manipulatif. (AFP/VALERIE MACON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lagu terbaru Ashe, Stop the Wedding!, viral di media sosial dengan tren para perempuan ramai-ramai mengungkapkan pengalaman pahit mereka menjalani hubungan yang toksik.

Lagu yang dirilis pada 7 Agustus tersebut ditulis sendiri oleh perempuan bernama asli Ashlyn Wilson itu bersama Noah Conrad dan Annika Bennett, untuk lead single album keempat Ashe, The Girl of Your Dreams.

Lihat Juga :

Perempuan 33 tahun tersebut mengakui bahwa lagu yang diproduseri Conrad tersebut lahir memang dari pengalamannya menjalani rumah tangga yang toksik dan manipulatif yang berujung pada perpisahan pada 2018.

Menurut Ashe kepada People seperti dirilis pada September 2026, lagu Stop the Wedding! adalah "saudara perempuan yang lebih dewasa dan bijak" dari lagu populernya, Moral of the Story (2019).

"Lagu ini benar-benar terasa seperti versi yang lebih dewasa dari Moral of the Story. Semacam perasaan yang sangat bebas-seperti menyadari, 'Tunggu dulu, hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi sama sekali. Kita bisa saja menghindar dan pergi dari situasi itu'," kata Ashe.

"Namun, karena berbagai hal yang diajarkan kepada saya sejak kecil sebagai seorang perempuan, saya justru bertahan dalam hubungan yang sangat manipulatif."

"Saya sempat berpikir, 'Bagaimana jika ada satu generasi perempuan muda yang mendengarkan lagu ini, lalu menyadari bahwa mereka tidak terjebak, atau tidak harus terus menjalani sesuatu yang terasa tidak tepat?' Entah itu terkait pernikahan, pekerjaan, harapan orang tua, atau situasi apa pun di mana seseorang merasa terjebak."

Dalam wawancara dengan Variety, Ashe yang kini sudah menikah kembali dengan musisi John Canada ini mengakui lagu Stop The Wedding! tersebut seperti permohonan dramatis kepada dirinya di masa lalu untuk meninggalkan hubungan pernikahannya sebelum benar-benar dimulai.

"Ada rasa syukur yang luar biasa atas hidup saya saat ini-saya tentu tidak bersyukur memiliki mantan suami yang kasar, tetapi saya bersyukur atas kisah dan karya seni yang kini sangat saya banggakan," kata Ashe.

Namun seperti keinginan Ashe, lagu tersebut bagai menjadi suara yang dirasakan berbagai perempuan di luar sana. Lagu itu dengan cepat menjadi debut solo terbesar Ashe.

Pesan untuk Generasi Perempuan di Masa Depan


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :