Kubu Ruben Klaim Pegang Identitas Peretas Email Betrand Peto

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 15:30 WIB
Ruben Onsu dan Betrand Peto
Kubu Ruben Onsu klaim telah mengantongi identitas yang diduga akses ilegal data pribadi terhadap email anak angkatnya, Betrand Peto. (Screenshot dari Instagram @betrandpetoputraonsu )
Jakarta, CNN Indonesia --

Kubu Ruben Onsu klaim telah mengantongi identitas orang yang diduga melakukan akses ilegal data pribadi terhadap email anak angkatnya, Betrand Peto.

Kuasa hukum Betrand, Ezra, mengatakan sosok yang dimaksud sekaligus bakal dilaporkan, merupakan orang terdekat kliennya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terlapor sudah ada. Kami akan melaporkan yang pasti kata kuncinya adalah orang terdekat. Baik orang terdekat itu punya saudara lagi, itu orang terdekat itu lah yang dilaporkan," ujar Ezra seperti diberitakan detikHot pada Selasa (3/11).

Ezra mengatakan pihaknya juga memperkirakan pemilik email dalam laporan tersebut akan diperiksa penyidik dalam satu hingga dua pekan mendatang. Dalam perkara tersebut, Ruben sebelumnya melaporkan alamat email [email protected].

"Pastinya mungkin satu sampai dua minggu ke depan," ujarnya.

Ruben selaku pihak pelapor juga sudah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (26/10), terkait laporan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

William Rando Bayakta selaku pengacara Ruben mengatakan kliennya menjawab sekitar 20 pertanyaan yang diajukan penyidik terkait kasus tersebut.

"Sekitar ada 20-an pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu mengerucut pada apakah memang benar dari korbannya kan BP itu mengalami kerugian di situ, yang pertama. Dari illegal access itu dan bagaimana mekanisme illegal access itu terjadi," jelasnya.

"Baik itu dibobol kah, diretas kah ataupun di-intercept, ya mungkin yang lebih paham itu adalah penyidik ya. Kami sebagai kuasa hukum hanya mendampingi saja," tuturnya.

William juga mengatakan Ruben turut menyerahkan bukti terkait perkembangan laporan, termasuk informasi terkait cara akses dilakukan dan data yang tercatat.

Ia mengungkapkan laporan tersebut berfokus pada dugaan kerugian yang dialami Betrand Peto. Ia juga menegaskan dampak terhadap pekerjaan dan kerja sama bisnis Ruben tidak bisa dipastikan berkaitan langsung dengan laporan akses ilegal ini.

Sementara itu, Ezra menjelaskan alasan Ruben Onsu yang bertindak sebagai pelapor dalam kasus tersebut. Langkah itu diambil karena Betrand juga tengah menjalani pemeriksaan dalam perkara lain.

"Jadi memang kami bagi tugas dan itu sah secara hukum untuk diwakili. Dan akhirnya BP berbarengan juga minggu lalu," tuturnya.

Ruben Onsu sebelumnya melaporkan dugaan illegal access ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026 yang menimpa anaknya, Betrand Peto.

Diduga, terjadi akses ilegal dan peretasan terhadap data pribadi serta email Onyo. Peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 10 Oktober 2026.

(van/chri)
LIHAT SELENGKAPNYA