Godzilla Minus Zero menyajikan tata suara yang sangat menggelegar hingga memicu peringatan tingkat kebisingan. Peringatan keamanan muncul berulang kali sepanjang pemutaran sekuel kaiju raksasa itu di IMAX.
Kabar tersebut mencuat setelah kreator konten dengan akun X @imPatrickT membagikan tangkapan layar peringatan tingkat kebisingan 90 desibel dari smartwatch-nya saat sedang menonton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Godzilla Minus Zero adalah film paling bising yang pernah saya dengar seumur hidup saya. Ini akan menjadi patokan untuk menguji pengaturan bioskop," cuitnya seperti diberitakan Games Radar pada Selasa (3/11).
Meski memberikan peringatan, dalam cuitan yang sama ia turut memuji kualitas sinematik film tersebut hhinga menyebutnya sebagai film yang luar biasa dan definisi sebenarnya dari karya yang direkam khusus untuk format IMAX.
Sebagai gambaran, paparan suara 90 desibel kurang lebih setara dengan tingkat kebisingan saat seseorang berdiri tepat di sebelah mesin pemotong rumput atau kereta bawah tanah yang sedang melintas.
Pakar kesehatan umumnya menyarankan penggunaan pelindung pendengaran jika seseorang terpapar suara di atas batas 80 desibel secara terus-menerus.
Mengingat durasi film ini mencapai 135 menit, penonton dengan telinga sensitif sangat disarankan membawa penutup telinga cadangan.
Tren tingkat kebisingan ekstrem di bioskop belakangan ini memang sering memancing perdebatan. Sepanjang tahun ini, banyak penonton yang juga mempertanyakan apakah tata suara film The Odyssey garapan Christopher Nolan terlalu berisik.
Keluhan itu terutama terjadi pada pemutaran format IMAX, di mana level volume diatur langsung oleh pembuat filmnya. Adegan jeritan Cyclops dan badai Poseidon menjadi biang keladi utama, dengan beberapa laporan menyebut jeritan itu mencapai angka 120 desibel di dalam studio.
Sedangkan untuk Godzilla Minus Zero, lonjakan desibel ini terbilang wajar mengingat film ini menyoroti pertempuran sengit antara Godzilla dan King Ghidorah.
Namun, sutradara Takashi Yamazaki sebelumnya telah menegaskan bahwa penonton tidak akan disuguhkan pertarungan yang sekadar dieksekusi layaknya pertandingan gulat raksasa.
Keputusan mempertahankan tata suara bombastis itu terbukti berhasil merebut hati kritikus. Godzilla Minus Zero menuai banyak ulasan positif yang melabelinya dengan nilai 4,5 bintang, sekaligus menobatkannya sebagai salah satu film terbaik pada tahun ini.
Godzilla Minus Zero menceritakan para penyintas Jepang setelah Perang Dunia II dan pertempuran dengan Godzilla yang begitu mematikan hingga meluluhlantakkan Ginza, Tokyo.
Film tersebut kemudian mengambil latar 1949 di kota Matsumoto yang tiba-tiba menghadapi anomali baru setelah ketiban meteor. Warga berhadapan dengan makhluk asing yang begitu mematikan.
Belakangan terungkap bahwa makhluk itu berasal dari luar angkasa, ia tiba melalui meteorit dalam wujud agar-agar yang memiliki banyak tentakel, lalu menyerap serta memangsa satwa liar setempat untuk membentuk wujud barunya.
Sebagai gabungan dari kata "chimera" dan "hydra", monster tersebut diberi nama Ghidorah. Di tengah situasi yang sudah hancur lebur, para warga juga harus berfokus pada ancaman monster raksasa baru.
Godzilla Minus Zero tayang 4 November di bioskop Indonesia.
(chri)
