Menurut keterangan pejabat Palestina dan saksi mata yang melihat kejadian tersebut, terdapat tulisan dalam bahasa Ibrani di dinding luar masjid tersebut, yang bertuliskan 'price tag'.
Hingga kini proses penyelidikan tengah dilakukan oleh petugas kepolisian Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kami tidak bergegas memadamkan api, mungkin seluruh bangunan bisa terbakar," ujar Maher Fares, seorang warga kepada Reuters, Selasa (13/10).
Ghassan Daghlas, seorang pejabat Palestina dari wilayah Nablus yang sebagian besar dihuni kaum Yahudi, menuding salah seorang warga Yahudi menjadi dalang dibalik serangan itu.
"Mereka memecahkan jendela dan melemparkan bom api ke dalam mesjid tersebut," ujar Daghlas.
Kelompok Price Tag telah melakukan sejumlah serangan sejak tahun 2008. Kelompok ini menyerang warga Palestina, Arab Israel, dan beberapa properti gereja di daerah Tepi Barat dan di dalam teritori Israel.
Kelompok 'Price Tag' mengungkapkan tujuan dari kelompok itu adalah untuk membalas harga untuk setiap penolakan pembangunan pemukiman di sana.