Pihak berwenang mengatakan penembakan pada Jumat (23/10) ini terjadi setelah pelaku bertengkar dengan teman-temannya.
Pelaku kemudian bunuh diri ketika murid sekolah yang berada di kantin berlarian mencari perlindungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dia datang dari belakang dengan piston di tangannya dan melepas sekitar delapan peluru…Korban adalah teman-temannya jadi ini bukan penembakan secara acak,” ujar Jordan Luton kepada CNN, yang menambahkan bahwa pelaku kemudian melepas beberapa tembakan lagi.
“Dia kemudian membalikkan badannya dan memandang ke arah saya dan pacar saya…dia seperti tersenyum dan berjalan ke luar sambil melepas tembakan lagi,” tambah Lutton.
Media sosial milik Fryberg tidak memperlihatkan dia berencana melakukan aksi tersebut, namun pada Selasa (21/10) dia menggunggah perasaan putus asa yang tampaknya disebabkan oleh kisah asmara yang kandas.
“Itu mematahkan saya…Benar-benar mematahkan saya..kelihatannya saya bisa melupakan hal itu..Tetapi tidak..Dan saya tidak akan pernah bisa,” ciutnya di twitter.
Insiden penembakan di sekolah membuka perdebatan kepemilikan senjata api di AS(Reuters/Jason Redmond) |
Kekerasan di SMU Marysvulle-Pilchuck, sekitar 48 kilometer dari Seattle ini merupakan insiden penembakan di sekolah-sekolah Amerika yang paling baru dan menjadi inti dalam perdebatan mengenai pengendalian kepemilikan senjata.
Pada 2012, seorang pria berusia 20 tahun menembaki anak-anak sekolah dasar di Connecticut dan menewaskan 20 diantaranya sebelum menembak mati dirinya.
Polisi belum menjelaskan jenis senjata yang digunakan oleh Fryberg.
Insiden penembakan di sekolah membuka perdebatan kepemilikan senjata api di AS(Reuters/Jason Redmond)