"Serangan rudal dari zona konflik mengakibatkan dua remaja tewas dan tiga lainnya cedera di lapangan olahraga sekolah," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan online.
Kejadian tersebut terjadi sehari setelah seorang pemimpin separatis dilantik dan memproklamirkan diri sebagai kepala 'republik rakyat' di Donetsk. Gencatan senjata yang dideklarasikan pada 5 September memang tidak memberikan hasil dan menunjukkan tanda-tanda ketegangan antar separatis pro-Rusia dan Pemerintah Ukraina akan berlanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 4.000 orang telah tewas sejak pecahnya pemberontakan separatis pro-Rusia di timur Ukraina, akibat penggulingan pemimpin Ukraina yang didukung Rusia, Viktor Yanukovich, pada bulan Februari lalu.