Medvedev mengungkapkan hal tersebut setelah menemui Presiden Amerika Serikat Barrack Obama di sela-sela pertemuan KTT Asia Timur di Naypyidaw, Myanmar.
"Perlu untuk mengangkat sanksi, membuat hubungan kembali normal, tuntutan kerja kembali normal, tenang dan pembahasan lebih produktif," ujar Medvedev seperti dikutip Interfax pada Kamis (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih cepat lebih baik," ujar Medvedev seperti dikutip ITAR-TASS.
Lebih lanjut ia berpendapat bahwa keputusan tersebut bukan bergantung pada Rusia karena Rusia tidak menjatuhkan sanksi.
“Keputusan soal sanksi bukan dari pihak kami,” ujar Medvedev seperti dikutip ITAR-TASS.
Sanksi terhadap Rusia akibat konflik Ukraina dari negara-negara Barat telah menekan sistem ekonomi secara keseluruhan, namun pemerintah Rusia bersikeras sanksi ini tidak memberikan dampak yang signifikan bagi negaranya.
Medvedev hanya berharap nilai rubel nantinya akan menguat ketika perekonomian Rusia menemukan titik keseimbangan.