Diberitakan Reuters, situasi pada Selasa malam (25/11), lebih terkendali berkat kehadiran para tentara ketimbang malam sebelumnya usai keputusan juri pengadilan.
Senin malam, ratusan demonstran rusuh, membakar mobil dan melakukan pengrusakan dan penjarahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar satu kilometer dari tempat itu, para tentara yang berpakaian tempur berjaga dengan senapan di tangan, memastikan keamanan dan pusat bisnis yang sebelumnya rusak akibat ulah demonstran.
Warga di wilayah mayoritas kulit hitam itu marah setelah juri menyatakan bahwa polisi Darren Wilson tidak bersalah telah menembak mati Michael Brown Agustus lalu. Juri mengatakan bahwa Wilson mempertahankan dirinya saat insiden terjadi. (Baca: Pengakuan Polisi Penembak Pemuda Kulit Hitam di AS)
Para kerusuhan Senin malam lalu, puluhan bangunan, termasuk sebuah restoran pizza dan salon, dibakar oleh demonstran yang marah. Polisi mengatakan, massa yang membawa senjata api menembaki mereka, membakar mobil polisi dan melempari dengan batu. (Baca: Kerusuhan di Ferguson, Seorang Polisi Tertembak)
Polisi yang mengaku kewalahan membalas dengan gas air mata dan granat kejut. Sebanyak 61 orang ditahan.
Gubernur Missouri Jay Nixon mengatakan sekitar 700 tentara diturunkan ke Ferguson pada Senin dan ratusan lainnya diturunkan Selasa untuk mengamankan rumah dan pertokoan. Total ada 2.200 tentara yang mengamankan kota tersebut.
"Komunitas ini layak hidup damai. Kami akan bertindak dengan lebih baik," kata Nixon.