Ini adalah salah satu serangan terparah di Kashmir selama lebih dari satu tahun.
Insiden terjadi saat Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu dengan Perdana Meneteri Nawaz Sharif pada pertemuan puncak para pemimpin Asia Selatan di Nepal yang menyepakati pembuatan jaringan listrik regional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga tentara dan tiga warga sipil ditembak mati, kata Menteri Utama Jammu dan Kashmir Omar Abdullah, yang juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
Dia mengatakan empat militan juga tewas.
Pelaku penyerangan tidak menyusup dari sisi Pakistan, kata seorang pejabat senior Pasukan Perbatasan Keamanan.
"Mereka datang dengan mobil ke Arnia dan berlindung di bungker dan menargetkan tentara," katanya.
Serangan besar terakhir di Kashmir terjadi pada September tahun lalu, ketika sembilan orang tewas dalam baku tembak sehari setelah para pemimpin kedua negara sepakat untuk bertemu di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Serangan merupakan usaha yang disengaja untuk mengganggu hubungan antara kedua negara, kata Abdullah di situs media sosial Twitter.
"Beberapa hal tidak pernah berubah," tambahnya. “Perdana Menteri India dan Pakistan berada di tempat yang sama dan pertemuan sengit pecah.”
India dan Pakistan sama-sama mengklaim kepemilikan atas seluruh wilayah Kashmir. Namun keduanya hanya memiliki masing-masing setengah Kashmir.
Separatis Islam telah memerangi pasukan India di Kashmir bagian India sejak 1989. India menuduh Pakistan melatih dan mempersenjatai para pemberontak di Kashmir bagian Pakistan lalu mengirim mereka ke sisi India, klaim yang disanggah oleh negara tetangganya.