Sebelumnya diberitakan, tiga WNI adalah bagian dari delapan orang awak yang berhasil diselamatkan. Selain WNI, mereka terdiri dari tiga warga Filipina dan seorang warga Rusia. Seorang awak Korea Selatan ditemukan dalam keadaan tewas. (Baca: Suhu di Bawah Nol Derajat Tewaskan Awak Kapal Korsel)
Menurut Artur Rets, kepala Pusat Koordinasi dan Penyelamatan di Petropavlosvsk-Kamchatsky, lima awak yang selamat kini berada di kapal pukat Karolina-7 dan dua lainnya lainnya di kapal Zaliv Zabiyaka milik Rusia. (Baca: Tiga Awak WNI Berhasil Diselamatkan di Rusia)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Skenario yang mungkin dilakukan, mereka akan dijemput oleh kapal Korea yang memancing di sekitar sini," lanjut dia lagi.
Sementara itu, upaya pencarian terhadap 52 orang yang hilang masih terus dilakukan. Pencarian dipersulit oleh cuaca buruk dan ombak yang ganas. (Baca: Ombak Enam Meter Sulitkan Pencarian Kapal Korsel)
Kapal itu diawaki 11 warga Korea Selatan, 13 warga Filipina dan 35 warga Indonesia, serta seorang warga Rusia sebagai pengawas.
Kim Kang-ho juru bicara Sajo Industries, perusahaan pemilik Oriong-501 mengatakan bahwa kapal pukat itu berlayar dari pelabuhan di Busan, Korea Selatan pada 10 Juli 2014.
Kim mengatakan, Oriong adalah satu dari lima kapal Korsel yang mencari ikan pollock di Laut Bering.
Seorang pegawai Sajo lainnya, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa kapal Oriong-501 memiliki delapan sekoci penyelamat. Diduga, tujuh awak yang berhasil selamat dan seorang ABK yang tewas menggunakan salah satu sekoci tersebut.