Hingga saat ini, setidaknya 3,2 juta orang telah melarikan diri dari Suriah sejak konflik sipil meletus pada 2011. Akibatnya, negara-negara tetangga menjadi tujuan utama lonjakan pengungsi.
Saat musim dingin seperti sekarang ini, pengungsi Suriah yang berada di negara-negara Timur Tengah harus menghadapi suhu beku dan kelaparan. Belum lagi setimen dari penduduk setempat karena pengsungsi selalu dianggap sebagai beban pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara-negara Eropa harus berbagi tanggung jawab ini. Kita tak bisa memaksa negara tetangga Suriah untuk tak menutup perbatasan mereka," kata Ana Fontal, juru bicara Dewan Eropa untuk pengungsi dan warga pengasingan, seperti ditulis Reuters, Senin (8/12).
Amnesty International mengkritik keras negara-negara Teluk karena tak memberikan permukiman bagi satupun pengungsi Suriah. (Reuters/Kai Pfaffenbach) |
Bantuan tersebut juga harus diterima oleh orang-orang berkebutuhan medis, dan korban penyiksaan, khususnya wanita dan anak perempuan.
"Menawarkan pemukiman sangat berarti bagi para pengungsi. Negara-negara Uni Eropa dapat mempergunakan momentum ini untuk menunjukkan solidaritas yang kuat," kata Fontal.
Permintaan negara-negara kaya untuk membantu setidaknya lima persen dari total pengungsi saat ini, atau sekitar 160 ribu pengungsi, didukung oleh banyak lembaga bantuan pengungsi, termasuk Oxfam, Save the Children, Dewan Pengungsi dan Amnesty International.
Pekan lalu, Amnesty mengkritik keras negara-negara Teluk karena tak memberikan permukiman bagi satupun pengungsi Suriah.
UNHCR mengatakan himbauan ini sebenarnya telah dilontarkan sejak 2013 silam, untuk memberikan perlindungan dan tempat tinggal bagi sekitar 130 ribu pengungsi Suriah.
Jerman sendiri telah berjanji untuk melindungi dan menampung 30 ribu warga Suriah.
"Kami ingin negara lain mencontoh Jerman yang membantu banyak pengungsi," kata Fontal.
Sementara Inggris hanya menampung sekitar 90 pengungsi Suriah pada September lalu.
Anna Musgrave dari Dewan Pengungsi menyatakan jumlah tersebut sangat menyedihkan.
"Inggris menampung pengungsi dengan jumlah yang bahkan kurang dari jumlah penumpang satu bus tingkat," kata Musgrave.
Negara-negara kaya diharapkan membantu setidaknya lima persen dari total pengungsi Suriah saat ini, atau sekitar 160 ribu pengungsi. (Reuters/Kai Pfaffenbach) |
Menjelang konferensi Jenewa, beberapa negara Eropa telah menunjukkan rencana untuk menerima lebih banyak pengungsi Suriah pada tahun 2015.
Norwegia diperkirakan bisa membantu hingga 1.500 pengungsi, sementara Perancis membantu 500 pengungsi dan Belanda membantu 250 pengungsi.
Belgia telah menyatakan akan menampung 150 pengungsi dari Suriah dan Irak, dengan fokus pada minoritas agama.
Inggris mengatakan mpihaknya akan menampung beberapa ratus pengungsi Suriah yang hidup dengan rentan di penampungan selama tiga tahun.
Baca juga: PBB Minta Sumbangan US$1 Untuk Pengungsi Suriah
Amnesty International mengkritik keras negara-negara Teluk karena tak memberikan permukiman bagi satupun pengungsi Suriah. (Reuters/Kai Pfaffenbach)
Negara-negara kaya diharapkan membantu setidaknya lima persen dari total pengungsi Suriah saat ini, atau sekitar 160 ribu pengungsi. (Reuters/Kai Pfaffenbach)