Penelitian dilakukan dengan merekonstruksi tingkat kekeringan dari data tiga-cincin utama batang pohon milik North American Drought Atlas (NADA) dan dari pengumpulan sampel pohon ek biru, seperti diberitakan The Guardian, Senin (8/12) .
Pohon ek biru dipilih karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan kelembaban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti meyakini bahwa kekeringan terjadi secara alamiah, namun akan semakin cepat akibat tangan manusia.
Ahli iklim Michael Mann menjabarkan ada tiga peran manusia dalam perubahan iklim yang berujung para kekeringan di California.
Pertama, kekeringan di California adalah dampak dari meningkatnya suhu permukaan laut, SST, di pesisir barat. Menurut studi, peningkatan SST di Pasifik Utara meningkatkan pola sirkulasi atmosfer yang berujung pada kekeringan.
Kedua, berkurangnya Es Laut Arktik akibat pemanasan global. "Studi puluhan tahun lalu menunjukkan bahwa berkurangnya es juga menyebabkan kekeringan," kata Mann.
Ketiga, efek pemanasan global pada kelembaban tanah. Menghangatnya tanah menyebabkan cepatnya penguapan dan kekeringan.
"Mekanisme ini memperparah kekeringan, bahkan jika pola curah hujan tidak berubah," ujar Mann.
Kekeringan telah membuat California merugi lebih dari US$2 miliar tahun ini. Selain itu, panas dan kering menyebabkan kebakaran hutan, masalah besar lainnya yang dihadapi California.