Lebih dari 130 anak tewas dalam serangan Selasa pekan lalu tersebut. Taliban mengaku serangan itu untuk membalas dendam serangan tentara Pakistan ke wilayah mereka.
"Kami bersedih dan berduka mendengar insiden ini," kata Osama Mehmood, juru bicara Al-Qaidah Asia Selatan dalam pernyataan sepanjang empat halaman melalui email, dikutip dari Asia One, Minggu (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Senjata yang kita gunakan melawan musuh Allah Amerika dan para bonekanya dan tentara budaknya seharusnya jangan diarahkan ke anak-anak, wanita dan sesama Muslim," lanjut dia lagi.
Al-Qaidah regional Asia Selatan dicanangkan pembentukannya September lalu oleh Pemimpin Al-Qaidah Ayman al-Zawahiri untuk melakukan jihad di Myanmar, Bangladesh dan India.
Sebelumnya pernyataan kecaman yang sama disampaikan oleh Taliban di Afghanistan, organisasi militan yang tidak berkaitan erat dengan Taliban Pakistan atau Tekreek-e-Taliban.
Taliban Afghanistan mengatakan bahwa pembunuhan anak-anak yang tidak berdosa telah menyalahi hukum Islam.
Pemerintah Pakistan menyebut serangan ke sekolah binaan militer itu sebagai "9/11 mini" dan menyatakan akan membalas dendam.