Dalam langkah yang jarang dilakukan oleh satu penerbit, majalah musik ini akan meminta sekolah jurnalistik tersebut membuat kajian independen terkait penangangan majalah itu terhadap artikel yang dianggap mengandung kesalahan editorial dan kesalahan fakta.
"Rolling Stones sepakat untuk menerbitkan laporan kami secara keseluruhan, tanpa diedit, di situsnya, dan bagian kutipan penting laporan di edisi cetak," bunyi pernyataan tertulis Sekolah Jurnalistik Columbia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Universitas ini menghentukan seluruh kegiatan persaudaraan mahasiswa setelah artikel ini diterbitkan.
Akan tetapi artikel itu menyebabkan kemarahan di universitas tersebut dan menimbulkan kembali kekhawatiran akan serangan seksual di kampus-kampus, tetapi sejumlah elemen artikel ini dibedah dan kemudian dikritik di media.
Pada 5 Desember Rolling Stones mengatakan salah mempercayai penuduh, yang diidentifikasi sebagai Jackie.
Namun, majalah ini kemudian memperbaiki pernyataan itu dengan mengatakan masalah yang ada bukan karena kesalahan perempuan yang diduga menjadi korban tersebut.
Media-media AS melaporkan bahwa penerbit Rolling Stones Jann Wenner mengeluarkan pernyataan tertulis bahwa pihaknya meminta Universitas Columbia mengkaji "proses editorial sebelum artikel tersebut diterbitkan."