Informasi tersebut diungkapkan Pasukan Gabungan AS dan sekutu. Seperti dikutip dari Reuters, sejumlah pesawat pembom dan pesawat nirawak melepaskan 19 serangan ke Suriah. Sedangkan 20 serangan lainnya terjadi di Irak.
AS memusatkan 19 serangan di wilayah Kobani, Suriah, yang diduga sebagai tempat persembunyian ISIS. AS mengklaim telah berhasil menghancurkan dua markas utama ISIS dan empat unit taktis mereka.
Dua serangan udara dekat wilayah Hasakah, dan satu dekat Raqqah, juga menyebabkan kerusakan parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan udara melawan kelompok militan ISIS dilakukan pasukan AS di Irak sejak 8 Agustus lalu, sedangkan di Suriah mulai 23 September.
Sebelumnya, Rabu (24/12), ISIS mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur Yordania di provinsi Raqqa, Suriah, dan menawan sang pilot Muath al-Kasaesbeh. Yordania merupakan salah satu negara Arab yang masuk koalisi AS dalam memerangi ISIS.
Ayah Muath, Safi Yousef, tidak menganggap anaknya sebagai tawanan ISIS. Safi yakin anaknya akan mendapat perlakuan yang baik dari ISIS.
"Anak saya merupakan tamu di antara saudara-saudara kami di ISIS. Saya memohon kepada mereka agar menerima anak saya sebagai tamu dan memperlakukannya dengan baik," ujar Safi kepada Reuters.