Informasi tersebut dilansi oleh Syrian Observatory, sebuah kelompok HAM berbasis di Inggris yang memonitor perkembangan Suriah.
Negara Islam juga membunuh 120 dari anggotanya sendiri, sebagian besar dari mereka adalah pejuang asing yang berusaha melarikan diri untuk kembali ke negara mereka, dalam dua bulan terakhir, menurut lembaga itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rami Abdulrahman, kepala kelompok pemantau Suriah, mengatakan kepada Reuters bahwa ISIS menewaskan 1.175 warga sipil, termasuk delapan wanita dan empat anak.
Dia mengatakan 930 warga sipil adalah anggota Sheitaat, suku Muslim Sunni dari Suriah timur yang berjuang mempertahankan dua ladang minyak yang ingin direbut ISIS pada Agustus.
Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi angka tersebut tetapi ISIS telah mempublikasikan pemenggalan dan hukuman rajam terhadap banyak orang di daerah yang mereka kendalikan di Suriah dan Irak.
Hukuman tersebut diberikan atas apa yang ISIS anggap sebagai pelanggaran hukum Islam seperti perzinahan, homoseksualitas, mencuri, memfitnah dan menghujat.
Abdulrahman, yang mengumpulkan informasi dari semua pihak dalam konflik Suriah, mengatakan bahwa ISIS juga mengeksekusi 502 tentara Presiden Bashar al-Assad dan 81 pemberontak anti-Assad.