Diberitakan The Guardian, Minggu (4/1), Sailor Gutzler, 7, berjalan sendirian, telanjang kaki dan berdarah. Dia melalui jarak 1,6 kilometer menerobos hutan setelah keluar dari pesawat yang menewaskan seluruh keluarganya.
Empat orang tewas dalam insiden tersebut, yaitu kedua orangtua Sailor, kakaknya yang berusia sembilan tahun dan sepupunya, 14 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilkins mendapati bocah kurus berambut hitam itu gemetar kedinginan, kesakitan dan menangis.
Kepada Wilkins, Sailor mengatakan bahwa ayah dan ibunya telah tewas saat pesawatnya jatuh terbalik. Tanpa pikir panjang Wilkins menelepon 911, memasukkan Sailor ke rumah, membersihkannya dan menghangatkannya.
"Bocah perempuan yang berani, luar biasa. Saya kasihan padanya," kata Wilkins lagi.
Lengan Sailor patah, namun dia tetap tenang dan terkendali saat ditanyai oleh polisi, seperti disampaikan oleh Letnan Polisi Kentucky Brent White.
"Dia secara harfiah jatuh dari langit menuju lubang gelap dan tidak ada siapapun yang menolongnya. Hanya keinginannya yang kuat untuk tetap hidup dan mencari pertolongan untuk keluarganya. Benar-benar menakjubkan," kata White.
Sailor dirawat di rumah sakit dan dipulangkan ke kerabatnya pada Sabtu pagi waktu setempat.
Menurut penyelidikan Badan Penerbangan Federal, FAA, pesawat jenis Piper PA-34 yang dia tumpangi mengalami masalah pada mesin dan hilang kontak dengan menara pengawas sesaat sebelum jatuh.
Menara pengawas saat itu tengah memandu pilot pesawat itu ke bandara sekitar 8-11 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat.
FAA mengatakan pesawat itu berangkat dari Florida menuju Illinois.