Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf, mengumumkan pada akhir pekan bahwa sekolah akan dibuka kembali pada 2 Februari 2015. Namun dalam pengumuman tersebut, tidak disebutkan apakah seluruh sekolah akan dibuka.
George Wuo, seorang direktur di Departemen Pendidikan, menyatakan pihak berwenang akan membuka sekitar 500 sekolah yang tersebar di penjuru Liberia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya, tahun ajaran baru dimulai pada bulan September lalu, namun pemerintah memutuskan pada bulan Agustus agar siswa belajar di rumah masing-masing untuk mencegah maraknya penyebaran virus Ebola.
Liberia, seperti negara tetangga Sierra Leone dan Guinea yang merupakan tiga negara pandemi Ebola yang mengalami penutupan pasar, pengisolasian beberapa daerah dan pelarangan berpergian ke sejumlah negara/
Lebih dari 20.000 kasus virus yang ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh, telah dilaporkan di tiga negara tersebut, menyebabkan hampir 8.000 kematian. (ama)