Insiden pembunuhan tiga remaja Israel tersebut memicu serangkaian serangan yang mengarah ke perang Gaza selama 50 hari pada musim panas tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah ketiga remaja tersebut ditemukan di Tepi Barat, tiga minggu setelah mereka diculik.
Sebelumnya, dua anggota Hamas yang diduga telah membunuh remaja tersebut setelah menjemput mereka di dekat pemukiman Yahudi, tewas dalam baku tembak dengan pasukan Israel di tempat persembunyian mereka di Tepi Barat pada September lalu.
Dalam sebuah serangan balas dendam yang dilancarkan pada Juli lalu, seorang remaja Palestina, Mohammed Abu Khudair, diculik dan dibakar sampai mati di Yerusalem. Diduga, aksi ini dilakukan oleh tiga warga Yahudi.
Menyusul kematian Khudair dan serangkaian penangkapan anggota Hamas oleh Israel di Tepi Barat, bentrokan terjadi antara warga Palestina dan aparat kepolisian Israel di Yerusalem Timur, disusul serangan roket lintas batas di wilayah Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.
Perang Gaza pun pecah pada Juli dan Agustus lalu, dan berlangsung selama tujuh minggu.
Menurut Departemen Kesehatan Palestina, lebih dari 2.100 warga Palestina, sebagian besar di antaranya warga sipil, tewas. Sementara, dari pihak Israel, sebanyak 67 tentara dan enam warga sipil tewas. (ama)