Tim perunding dari Iran juga akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Amerika Serikat dan delegasi Rusia pada 15 Januari mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, parlemen Iran yang didominasi oleh kelompok garis keras yang menentang perundingan nuklir.
"Hari ini tidak ada yang mempertanyakan soal pengayaan uranium di Iran. Diskusi akan berfokus seputar jumlah pengayaan," kata Zarif dihadapan parlemen, seperti ditulis Reuters, Selasa (6/1).
Perundingan nuklir Iran berlangsung antara negara tersebut dengan Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Inggris, Rusia dan Tiongkok. Hingga saat ini, kesepakatan awal dengan Iran yang tercapai pada November 2013 mengharuskan Iran menunda aktivitas nuklirnya.
Sebagai imbalannya, Barat melonggarkan sejumlah sanksi ekonomi yang diberlakukan kepada Iran selama sengketa nuklir yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Sementara Iran mengklaim pengayaan uranium negara itu dilakukan hanya untuk menghasilkan sumber energi. Namun, Barat mencurigai Teheran mencoba untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklir.
Kedua belah pihak gagal untuk mencapai kesepakatan pada perundingan kedua bulan lalu, sehingga tenggat waktu tidak dapat terpenuhi.
Kini, Iran masih harus menunda pengayaan uraniumnya hingga 30 Juni mendatang. (ama)