Abe yang langsung kembali dari perjalanan dinasnya di Timur Tengah setelah mendengar ihwal penyanderaan tersebut langsung menghubungi beberapa pemimpin Arab. Di antaranya adalah pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Raja Yordania Abdullah dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
"Kami berpacu dengan waktu, tapi pemerintah akan melakukan upaya maksimal. Saya telah memerintahkan pemerintah menggunakan seluruh jalur dan rute diplomatik untuk memastikan pembebasan dua warga," kata Abe, dikutip Channel News Asia, Rabu (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abe menegaskan Jepang tidak akan tunduk pada terorisme dan kemungkinan besar tidak akan membayar tebusan.
"Jepang tidak akan tunduk dengan terorisme. Jepang akan melakukan yang terbaik untuk melawan terorisme pengecut, dan bekerja sama dengan komunitas internasional," kata Abe.
Tenggat waktu pembayaran tebusan bagi Jepang adalah pukul 14.50 waktu Jepang pada Jumat. Menurut ISIS, jumlah tebusan itu setara dengan bantuan yang diberikan Abe untuk koalisi Amerika Serikat dalam menggempur mereka.
Namun Jepang membantahnya, dengan mengatakan bahwa bantuan itu diberikan untuk para pengungsi yang melarikan diri dari perang di Suriah dan Irak.