"Dengan segala hormat saya haturkan belasungkawa secara pribadi dan simpati dari rakyat Amerika kepada keluarga Raja Abdullah bin Abdulaziz dan rakyat Arab Saudi," kata Obama, dikutip Reuters.
Obama mengatakan, Abdullah telah melalui kehidupannya sebelum lahirnya Arab Saudi yang modern hingga menjadi kekuatan utama ekonomi global serta pemimpin negara-negara Arab dan Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdullah menjabat Raja pada 2005 setelah kakaknya, Raja Fahd, meninggal dunia. Sebagai salah satu mitra utama AS, Arab Saudi ikut dalam koalisi penggembur ISIS di Suriahd an Irak. Obama terakhir kali mengunjungi Saudi pada Maret 2014, saat dia bertemu Abdullah untuk membicarakan soal Iran dan Suriah.
"Sebagai pemimpin, dia sangat jujur dan memiliki keberanian untuk membela keyakinannya. Salah satu keyakinannya adalah keteguhan dan hasratnya untuk pentingnya hubungan AS-Saudi sebagai kekuatan pembawa stabilitas dan keamanan di Timur Tengah dan sekitarnya," kata Obama.
Eratnya hubungan antara kedua negara, lanjut dia, adalah warisan peninggalan Abdullah.
"Semoga Tuhan memberikannya kedamaian," tutur Obama.
Menggantikan Abdullah adalah Salman, putra mahkota dan menteri pertahanan Saudi sejak 2012. Salman, 79, sebelumnya adalah gubernur provinsi Riyadh selama lima dekade.