Dalam sebuh pernyataan resmi kantor kejaksaan Mesir, para mahasiswa, yang ditahan sejak kerusuhan pada Juli 2013 lalu, akan dibebaskan atas rasa kepedulian terkait masa depan akademik mereka. Mahasiswa yang ditahan, yang sebagian besar adalah pemimpin gerakan anti-Mubarak, hingga kini belum menerima tuntutan secara resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggulingan Mubarak berujung pada penyelenggaraan pemilu bebas pertama di Mesir. Namun presiden terpilih, Mohamed Mursi, digulingkan pada 2013 oleh pemimpin militer Abdel Fattah al-Sisi, menyusul protes terhadap pemerintahan Mursi.
Sisi, yang kemudian memenangkan pemilihan presiden Mei lalu, menindak keras Mursi dan Ikhwanul Muslimin.
Pasukan keamanan telah menangkap ribuan pendukung Ikhwanul pada Juli 2013. Ratusan pendukung Mursi kemudian dijatuhi hukuman mati, yang menuai kecaman internasional.
Sejak kerusuhan mahasiswa pada Juli 2013, petugas keamanan Mesir menerapkan undang-undang anti kerusuhan yang mulai diberlakukan pada November 2013.
Instruksi pembebasan mahasiswa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pengadilan Mesir telah membebaskan sejumlah mahasiswa secara berkala. Sementara, sejumlah kampus di Mesir dijadikan markas bagi demonstran. (ama/stu)