Seperti dilansir Reuters (26/1), anggota organisasi militan Tentara Khalifah yang berafiliasi dengan Al-Qaidah ini menculik Gourdel saat sedang mendaki gunung di Aljazair.
Komplotan militan tersebut kemudian mengunggah video berisi pengakuan bahwa mereka telah membunuh Goulder sebagai ganjaran terhadap operasi militer Perancis di Irak. Jasad Gourdel ditemukan oleh pasukan Aljazair awal bulan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia membawa benda berbahaya, alat telekomunikasi, dan senjata," demikian penjelasan dari Kementerian Dalam Negeri Maroko.
Maroko dan Aljazair merupakan negara bertetangga di Afrika Utara dengan perbatasan sepanjang 1.500 kilometer yang membentang dari Mediterania sampai Gurun Sahara.
Perbatasan tersebut telah ditutup sejak 1990-an karena perselisihan kedua negara. Namun, perbatasan tersebut masih sangat populer di kalangan penyelundup dan imigran untuk mencapai Eropa.
Aljazair terakhir kali menutup perbatasan darat dengan Maroko pada 1994. Kala itu, Maroko dikenakan persyaratan visa di Aljazair setelah serangan penembakan di Kota Marrakesh, Maroko, yang menewaskan dua warga Spanyol.
Pihak Maroko menduga pasukan bersenjata pembunuh warga Spanyol tersebut memiliki hubungan dengan Aljazair yang kemudian terjebak perang berdarah melawan militan Islam.
Bulan lalu, pasukan khusus Aljazair membunuh pemimpin Tentara Khalifah, Abdelmalek Gouri. Kendati demikian, Aljazair masih mencari anggota kelompok militan lain yang masih berkeliaran. (den)