Feigin menyatakan dia khawatir akan kondisi kesehatan Savchenko. Menurut Feigin, jika Savchenko tetap menolak makan, dia dapat meninggal dunia akibat karena kelaparan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat surat ini ditulis, dia sudah menolak makan selama 45 hari. Ini terlalu lama. Terakhir kali saya bertemu dengannya di penjara, dia mengungkapkan keinginan untuk mati," tulis Feigin dalam suratnya.
"Tidak ada waktu lagi, kita berkejaran dengan waktu," kata Feigin, yang merupakan pengacara dalam sidang protes band rock Pussy Riot pada tahun 2012.
Sementara, aktivis pro-Ukraina meluncurkan aksi protes di depan kantor Kedutaan Besar Rusia di Tel Aviv, Israel pada Senin (26/1). Mereka menuntut pembebasan Savchenko dengan memajang spanduk dan gambar bertuliskan, "Bebaskan Savchenko", "Stop Putin" dan "Stop Teror Rusia".
Komite Investigasi Federal Rusia, yang melaporkan langsung kepada Putin, menuduh Savchenko memberikan koordinat untuk serangan bom yang menewaskan dua wartawan Rusia di Ukraina timur.
Menyangkal tuduhan tersebut, Feigin menyatakan dalam suratnya bahwa Savchenko sudah ditawan oleh kelompok pemberontak pro-Rusia selama satu jam sebelum serangan terjadi .
Komite Investigasi telah memerintahkan Savchenko menjalani tes di klinik psikiatri, yang menjadi lokasi penahanannya selama beberapa waktu. Awal bulan ini, pemerintah Amerika Serikat menyerukan pembebasan Savchenko dan menganggapnya sebagai sandera Rusia.
Savchenko merupakan pilot militer wanita pertama di Ukraina. Dia dianggap sebagai pahlawan nasional dan terpilih sebagai anggota parlemen in absentia pada bulan Oktober lalu.