Badan cuaca Amerika Serikat pada Senin (26/1) mengatakan badai salju yang merusak bertiup melalui New Jersey, New York, dan Massachusetts, membuat lumpuh transportasi yang berdampak pada kehidupan 58 juta orang.
Situs analisa perjalanan mengatakan bahwa ada lebih dari 6.900 penerbangan yang dibatalkan, membuat 250 ribu penumpang terlantar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tumpukan salju paling parah yang tercatat dalam sejarah Kota New York adalah saat terjadi badai pada 11-12 Februari 2006, mencapai 68 cm, berdasarkan data Kantor Manajemen Bencana Kota, dikutip dari Reuters.
Diperkirakan badai salju kali ini akan menjadi yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat. (Reuters/Carlo Allegri) |
Markas PBB diliburkan pada Selasa. Sekolah-sekolah dan universitas seperti Harvard dan Massachusetts Institute of Technology juga diliburkan pada Selasa, menjadi anugerah tersendiri bagi beberapa siswa.
"Berkah dari badai salju ini adalah karena saya ada ujian tengah semester pekan ini," kata Oliver Stoller, 13, siswa di Maplewood, New Jersey, yang menggunakan libur sekolah untuk bermain salju.
Sementara para pialang di Wall Street pulang lebih cepat pada Senin, walau perdagangan masih terbuka.
Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan larangan bepergian untuk semua kendaraan kecuali darurat di 13 wilayah di selatan New York. Bagi pelanggarnya akan dikenakan denda US$300. Larangan yang sama diberlakukan di Connecticut dan Massachusetts.
Diperkirakan badai salju kali ini akan menjadi yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat. (Reuters/Carlo Allegri)