Diberitakan Reuters, Selasa (27/1), termasuk dalam anggaran pertahanan adalah pendanaan perang sebesar US$51 miliar atau lebih dari Rp638 triliun. Dana ini akan digunakan membiayai pertempuran AS di Afganistan dan peperangan melawan militan ISIS di Irak dan Suriah, seperti disampaikan oleh seorang pejabat AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber yang mengetahui rincian proposal anggaran pertahanan ini mengatakan bahwa pendanaan juga akan dilakukan untuk pembuatan 57 pesawat jet tempur F-35 oleh perusahaan Lockheed Martin Corp. Jumlah ini lebih banyak dua unit ketimbang anggaran tahun lalu.
Anggaran juga dialamatkan untuk kapal perang dan jet tempur yang sudah ada, namun pendanaan untuk sistem senjata untuk sementara ditiadakan, seperti dibocorkan oleh sumber pemerintah AS.
Biaya pertahanan yang diajukan saat ini melampaui plafon 2016 hingga uS$35 miliar. Plafon yang ditetapkan pada 2011 itu untuk memangkas anggaran pertahanan hingga US$1 triliun untuk berbagai proyek satu dekade ke depan.
Jika pemerintah bersikeras menetapkan anggaran ini, maka mereka harus melakukan pengurangan di sektor lain. Hal serupa terjadi pada 2013 saat pemerintah terpaksa memberhentikan para pegawai negeri dan memotong anggaran untuk pelatihan dan perawatan. (stu)