“(Laporan) Ini akan memuat rincian tentang penyelidikan teknis," kata Aziz, seperti dikutip dari Reuters.
Publikasi ini dilakukan pemerintah Malaysia untuk mematuhi aturan daro Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang mengharuskan Malaysia merilis laporan sementara setahun setelah insiden itu.
Penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing yang hilang itu membawa 239 penumpang dan awak pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim internasional terdiri dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS, Investigasi Kecelakaan Udara Inggris, Departemen Investigasi Kecelakaan Pesawat Tiongkok, Badan Investigasi Kecelakaan Perhubungan Darat Perancis, Badan Keselamatan Transportasi Australia, produsen pesawat Boeing dan perusahaan komunikasi satelit Inmarsat Inggris.
Krisis maskapai Malaysia Airlines memburuk pada 17 Juli ketika jet lain, MH17, ditembak jatuh di atas Ukraina, menewaskan 298 orang di dalamnya.
Kecelakaan udara tahun lalu ditutup dengan jatuhnya Air Asia dari Surabaya ke Singapura yang menewaskan 162 orang.