Diberitakan Channel News Asia, Selasa (3/1), cuitan Goto dalam bahasa Jepang itu saat berita ini diturunkan telah di-retweet hingga lebih dari 28 ribu kali. Padahal kalimat itu dia tulis empat tahun lalu, tepatnya pada 7 September 2010.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut situs Mashable, akun tersebut diverifikasi memang benar milik Goto oleh kawannya Toshi Maeda, kepala perusahaan Pacific Bridge, pembuat aplikasi mobile-video yang digunakan Goto saat melapor dari Suriah.
Pria 47 tahun itu diketahui tewas dibunuh dalam rekaman video ISIS yang dirilis akhir pekan lalu. ISIS sebelumnya meminta tebusan US$200 juta dan meminta seorang tersangka pengebom bunuh diri di Yordania dibebaskan.
Yukawa dan Goto dibunuh setelah pemerintah Jepang menegaskan tidak akan berkompromi dan memenuhi tuntutan teroris.
Di mata kawan-kawannya, Goto adalah seorang wartawan perang yang bernyali namun lembut dan penyayang. Ibunda Goto, Junko Ishido, mengatakan bahwa Goto bukanlah musuh ISIS, hanyalah wartawan pecinta damai yang mencoba membantu menciptakan dunia tanpa perang. (stu)