"Dia benar-benar berusaha sebisa mungkin," kata Wen-je dengan suara bergetar menahan tangis, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilot, Liao Chien-tsung dan ko-pilotnya dikabarkan termasuk mereka yang meninggal, menurut pengatur penerbangan Taiwan. Kepala Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan, Lin Tyh-ming mengatakan, Chien-tsung punya jam terbang lebih rendah dibanding ko-pilotnya. Ia berpengalaman menerbangkan pesawat 4.914 jam, sedangkan ko-pilotnya sudah 6.922 jam.
Penyelamatan pilot bukan hanya dipuji wali kota, tetapi juga saudara laki-laki salah satu korban selamat, Chris Lin. "Reaksi segera pilot menyelamatkan banyak orang," katanya. "Saya sendiri pernah menjadi pilot, jadi sedikit tahu bahwa reaksi segera sangat diperlukan dalam situasi seperti ini," ia melanjutkan.
Namun analis penerbangan mengatakan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah pilot telah menarik pesawat secara intensif sampai ke atas bangunan. Analis juga menyebutkan, sungai mungkin memang sudah diincar pilot dan awak kabin lain untuk mengurangi jumlah korban.
Simpulan yang lebih jelas baru bisa dibuat setelah pihak berwenang merilis detail rekaman suara dari kokpit pesawat dan data penerbangan. Rekaman dan data-data itu sendiri sudah ada.
[Gambas:Video CNN]
"Dia tidak mengenai bangunan, tapi terlalu prematur untuk membuat analisis tentang apa yang terjadi dalam penerbangan itu. Kita harus menunggu data dari rekaman kokpit dan riwayat penerbangan," kata Geoffrey Thomas, seorang analis penerbangan dan pemimpin redaksi situs airlineratings.com.
(rsa/pit)