Xanana dikabarkan memang ingin mewariskan "persatuan nasional" dengan merangkul rival politik lamanya dan menyerahkan kekuasaan kepada Rui, petinggi partai Fretilin yang kini menjadi oposisi pemerintah.
Menurut Mariano Assanami Sabino, juru bicara partai koalisi Xanana yang juga menjabat sebagai menteri pertanian dan perikanan, perdana menteri baru diprediksi akan menyodorkan nama-nama dalam kabinet baru kepada presiden dalam minggu ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mariano, yang mengenal dekat Rui, mengatakan sosok Rui sudah malang melintang di dunia politik Timor Leste dan membenarkan isu soal penunjukan dirinya menggantikan Xanana.
“Rui Araujo adalah mahasiswa yang tergabung dalam gerakan nasionalis yang memperjuangkan kemerdekaan Timor Leste dari luar negeri,” ujar Mariano.
Rui masuk ke jajaran kabinet pertama Timor Leste sebagai menteri kesehatan di bawah kepemimpinan Xanana Gusmao sebagai presiden dan Mari Alkatiri sebagai perdana menteri pada 2002.
Ia lalu pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri di bawah kepemimpinan Ramos Horta. Jabatan ini hanya diembannya kurang dari setahun, sesuai dengan masa jabatan Ramos Horta yang hanya setahun menjadi perdana menteri.
Rui yang tadinya independen, bergabung dengan Fretilin pada 2007.
Bukan karena partai, tapi pribadi
“Perdana menteri (Xanana) memilih Rui bukan karena partainya, namun sebagai orangnya. Ia akan bisa bekerja dengan baik. Sebagai juru bicara koalisi, saya mendukung keputusan Xanana. Karena bagaimanapun ini adalah perubahan mendasar, strategi yang awalnya kita tidak seutju, namun belakangan terang sinar beliau (Rui) punya kemampuan, memadai dan bisa dipercaya memimpin dalam 2,5 tahun ke depan,” kata Mariano.
Rui saat ini menjadi penasehat menteri keuangan Timor Leste. Ia, menurut Mariano, telah melakukan beberapa perubahan termasuk dalam hal adminitrasi pengelolaan manajemen keuangan. (stu)