Anggota parlemen Vian Dakhil mengatakan pada Reuters, analisis awal menunjukkan bahwa enam mayat di kuburan massal itu adalah bayi, dan dua adalah perempuan. Belasan lainnya belum bisa diidentifikasi dan sedang diupayakan.
Semuanya diperkirakan telah meninggal sejak musim panas lalu. Itu merupakan hari-hari awal serangan ISIS. Dakhil menerangkan, belum jelas bagaimana para korban meninggal. Yang jelas, beberapa tengkorak mengindikasikan kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat Yazidi berjumlah ratusan ribu di Irak, sebelum mereka diserang ISSI. Mereka punya keyakinan yang cukup kuno, dengan memadukan Zoroastrianisme, Kristen, dan Islam. ISIS menyebut mereka penyembah setan. Mereka diminta memilih, masuk Islam atau dibunuh.
Ratusan Yazidi telah dibunuh, ribuan lainnya ditangkap dan dijadikan budak oleh kelompok militan ISIS, yang memproklamasikan kekhalifahan mereka di Irak dan Suriah.
Puluhan ribu Yazidi melarikan diri ke wilayah Kurdistan. Di sana, mereka tinggal bersama etnis minoritas dari agama lain, termasuk Muslim Sunni yang juga terusir oleh jihadis.
(rsa/pit)