Paulina Vega, 22, berasal dari wilayah pesisir Karibia dan seorang mahasiswa bisnis dan model dari kota di sebelah utara Kolombia, Barranquilla, mengatakan dalam beberapa wawancara bahwa ia ingin terlibat dalam perjanjian damai itu.
“Kami membaca ketertarikan anda untuk berkontribusi untuk menciptakan perdamaian,” kata Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dalam sebah pernyataan di situs mereka pada Jumat (6/2) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FARC, bagaimanapun juga, tidak mengatakan bagaimana kunjungan Vega akan membantu proses perdamaian.
Vega, di lain pihak, belum merespon undangan itu.
Para perwakilan perjanjian damai sejauh ini sudah mencapai persetujuan dalam tiga hingga lima agenda, termasuk reformasi tanah, perjanjian mengakhiri perdagangan obat-obat terlarang,serta partisipasi politik bagi para mantan gerilyawan.
November lalu, perjanjian damai antara pemerintah dan FARC terancam gagal setelah kelompok itu menculik seorang jenderal tinggi militer Kolombia. (stu)