Seperti dilansir media Perancis, Le Figaro, Kepala Keamanan Publik Marseille, Pierre-Marie Bourniquel, memberikan konfirmasi bahwa penembakan ini terjadi pada Senin pagi di distrik La Castellane, di bagian utara Marseille.
Menurut keterangan kepolisian Marseille, insiden ini ditengarai merupakan akibat dari perkelahian antara dua kartel narkoba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak disangka, para anggota komplotan pengedar narkoba tersebut langsung memberondong mobil yang dinaiki oleh Bourniquel dengan peluru. Beruntung, tidak ada yang berhasil melukai mereka.
Memberikan keterangan lebih lanjut, seorang petugas kepolisian lokal Marseille berkata, "(Para penyerang) sepertinya merupakan dua kelompok yang terdiri dari lima hingga sepuluh orang."
Petugas kepolisian itu kemudian menyatakan, omset peredaran kokain di Marseille bisa mencapai 100 ribu Euro atau lebih dari Rp1,4 miliar per bulan.
Insiden ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan di Perancis, menyusul penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo dan sebuah supermarket kosher di Perancis yang menewaskan 17 orang oleh kelompok Islam radikal bulan lalu. (den)