Sejak Obama meluncurkan kampanye melawan ISIS pada Agustus, AS mulai memimpin serangan koalisi pada September. Hingga saat ini, koalisi ini berhasil menewaskan tujuh ribu tentara ISIS dan merebut kembali beberapa wilayah Irak dan Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meredakan ketegangan, Pemimpin Perwakilan Partai Demokrasi, Nancy Pelosi, pekan lalu akhirnya mengatakan kepada wartawan bahwa Gedung Putih akan meminta otorisasi yang akan berlaku selama tiga tahun. Namun, belum ada keputusan lebih lanjut mengenai batasan wilayah geografis dan penempatan pasukan.
Isu inilah yang disinyalir akan menjadi titik tekan dalam debat Kongres. Banyak anggota Demokrat menginginkan adanya batasan pengiriman pasukan tempur AS. Di sisi lain, beberapa anggota Partai Republik menolak pembatasan tersebut.
Senator Bob Corker, Ketua Partai Republik dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan rapat permintaan kepada parlemen ini akan dimulai secepatnya.
Sebelum mengajukan permintaan resmi, pemerintahan Obama telah melakukan konsultasi intensif dengan anggota parlemen. Hal ini dilakukan agar proses persetujuan dapat berjalan lebih cepat.
"Sudah ada konsultasi serius dan akan ada konsultasi yang lebih serius," kata Corker.
Obama juga diperkirakan akan meminta pencabutan izin perang di Irak. Namun, bukan izin yang dikeluarkan beberapa hari setelah serangan 11 September 2001.
Meski begitu, salah satu pembantu Kongres yang tidak mau disebut identitasnya mengatakan kepada Reuters bahwa ini masih berupa prediksi permintaan Obama. Sementara itu, Gedung Putih enggan memberikan konfirmasi terkait waktu dan detail permintaan. (ama/stu)