Kartun itu adalah yang sebelumnya diterbitkan oleh majalah satire asal Perancis Charlie Hebdo pada Januari lalu.
Dilansir Japan Times, sekitar 500 toko buku di seluruh Jepang sudah mengungkapkan ketertarikan untuk menjual buku yang berjudul “Islam Heito, Fushi Ka”, yang berarti “Anti-Islam Benci, atau Satire?”, namun akan memberikan peringatan jika jadi menjualnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi anti huru-hara diturunkan di sekitar kantor pusat Daisan Shokan di Shinjuku pada Selasa pagi.
Direktur Daisan Shokan Akira Kitagawa mengatakan buku itu tidak dimaksudkan untuk menyinggung Islam.
“Kami ingin buku ini menambah perbebatan tentang batasan kebebasan berekspresi,” kata Kitagawa.
Ia mengatakan kartun wajah Nabi Muhammad diburamkan di dalam buku, untuk menghormati kepercayaan umat Muslim yang melarang penggambaran wajah Nabi Muhammad.
Namun organisasi Muslim mengatakan bahwa memuat kartun itu saja sudah merupakan penghinaan bagi umat Islam.
Pada Maret tahun lalu, Mahkamah Agung menyetujui keputusan pengadilan rendah yang memvonis Daisan Shokan untuk membayar 35,2 juta yen (setara Rp3,7 miliar), atas perusakan nama baik terhadap 16 orang Muslim di Jepang setelah perusahaan itu menerbitkan buku yang berisi informasi rahasia kepolisian tentang keterkaitan para penggugat dengan terorisme. (stu)