Perundingan perdamaian diadakan di Belarus pada Rabu (11/2) berdasarkan usul Perancis dan Jerman untuk mengakhiri pertempuran.
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Francois Hollande akan bertemu dengan Presiden Ukraina Petro Pososhenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jam sebelum perundingan dimulai, para pejabat masih mengatakan kemungkinan rencana ini dibatalkan.
“Ada sejumlah masalah yang masih harus dipecahkan…tetapi perundingan kemungkinan akan berlangsung,” ujar Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius kepada radio Inter Perancis. “Ini adalah kesempatan terakhir untuk berunding.”
Namun, Moskow tetap optimis dan satu sumber diplomatik Rusia mengatakan bahwa 70 persen kemungkinan satu kesepakatan bisa dicapai.
“Presiden-presiden itu tidak datang (ke Minsk) tanpa alasan,” ujar sumber itu.
Lebih dari lima ribu orang tewas dalam konflik yang menurut Kiev kelompok separatis mendapat bantuan senjata dan tentara dari Rusia untuk memisahkan diri dari Ukraina.
Moskow menolak terlibat di wilayah yang disebut Putin sebagai “Rusia Baru”.
Jika para pemimpin Perancis dan Jerman berharap usul perdamaian ini akan diikuti dengan langkah perdamaian di garis depan, prospek perundingan itu sendiri justru memicu hal sebaliknya karena pemberontak pro-Rusia berniat mempertahankan wilayah yang telah direbut. (yns)