Prasangka bahwa Hicks membunuh ketiga korbannya lantaran kebencian agama bukan tanpa alasan. Dari akun Facebooknya, tidak heran jika muncul tuduhan bahwa kebencian Hicks terhadap agama telah memuncak.
Di akun Facebooknya, Hicks mendeklarasikan diri sebagai "ateis" dan menyatakan ingin "mengenyahkan seluruh agama." Foto-foto di akunnya menggambarkan dengan jelas kebencian Hicks terhadap agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ateis adalah oposisi dari teisme, atau seseorang yang menentang keras keyakinan terhadap Tuhan.
Menurut cendekiawan agama dari University of California, Reza Aslan, dalam tulisannya di situs berita Salon November lalu mengatakan bahwa tokoh-tokoh ateis seperti Dawkins dan Sam Harris, merespon "agama dengan kemarahan merusak yang sama dengan fundamentalis agama yang merespon ateisme."
Penentangan Hicks tidak hanya untuk agama Islam saja, tapi juga untuk Kristen, dan banyak agama lainnya. Dia mengejek prinsip pemisahan gereja dan negara yang menurutnya telah merusak konstitusi.
"Mayoritas umat Kristen di negara ini merasa Muslim menggunakan Masjid Ground Zero untuk menandai penaklukan mereka. Mereka munafik, di manapun saya melihat banyak gereja yang menunjukkan penaklukan Kristen di negara ini terhadap pribumi Amerika. Lucunya, Kristen melakukan ini saat melecehkan Konstitusi dan berhasil lolos!" tulis Hicks.
Selain membenci agama, dari akun Facebooknya bisa diketahui bahwa Hicks pecinta senjata api dan menolak pengendalian penggunaan senjata oleh pemerintah.
Bulan lalu, dia memposting foto pistol revolver miliknya. Di akunnya, dia juga me-like halaman-halaman Facebook bertema senjata, termasuk salah satunya bernama "Kemunafikan dan kebodohan pengendalian senjata."
Hicks juga mendukung hak-hak kaum gay, termasuk pernikahan sesama jenis. "Saya bukan gay, lesbian, biseksual, transgender, panseksual, interseks atau aseksual. Saya hanya mendukung pemikiran gila soal persamaan hak untuk semua orang," tulis Hicks. (stu)