Pada pertemuan nanti, kantor berita Reuters melaporkan Obama akan mengeluarkan sebuah perintah khusus yang mendorong perusahaan teknologi dan sektor swasta lain untuk lebih mudah berbagi data tentang ancaman siber.
Obama juga akan mendesak wakil rakyat untuk meloloskan undang-undangan yang mewajibkan sektor swasta memberi data atas ancaman siber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama juga dijadwalkan bertemu dengan petinggi perusahaan dalam jumlah terbatas, sebagai upaya pendekatan dengan sektor swasta yang geram atas dugaan aksi penyadapan pemerintah yang diungkap agen NSA, Edward Snowden.
Google, Facebook, Yahoo, tidak datang
Para pemimpin perusahaan yang dinilai tidak senang dengan aturan macam ini dilaporkan tidak akan datang ke undangan Obama. Mereka adalah pemimpin dari Google, Facebook, dan Yahoo. Tapi, CEO Apple Tim Cook dijadwalkan hadir.
Petinggi perusahaan lain yang akan hadir adalah CEO Bank of America, American International Group (AIG), dan Visa.
Mantan penasihat Gedung Putih, Michael Gottlieb, memprediksi masih banyak perusahaan swasta yang gelisah dengan rencana ini. Karena, aturan tersebut bisa memangkas kepercayaan pelanggan atas jaminan keamanan data serta privasi.
Pemerintah AS juga akan berselisih dengan suara dari aktivis privasi yang selama ini gencar menyuarakan peningkatan kualitas privasi dan hak konsumen. (adt)