Dalam studi yang dilakukan oleh para ahli di Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience di King’s College, London, ditemukan bahwa satu dari empat penghisap ganja keras atau yang dikenal dengan nama skunk mengalami gangguan kejiwaan seperti skizofrenia.
Diberitakan Telegraph, Minggu (15/2), studi yang akan segera dirilis di jurnal Lacet Psychiatry akhir pekan ini, menemukan bahwa 60 ribu orang di Inggris saat ini menderita halusinasi dan paranoid akibat rutin menghisap skunk. Sedangkan lebih dari 300 ribu orang yang pernah menghisap skunk akan mengalami hal tersebut di salah satu fase hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian ini melibatkan 800 orang dewasa usia kerja dari sebuah daerah di selatan London, setengahnya dirawat akibat penyakit kejiwaan untuk pertama kali. Diduga 24 kasus kejiwaan baru yang muncul di wilayah itu akibat skunk.
Penyakit skizofrenia di wilayah itu meningkat sejak pertengahan tahun 60-an, sebuah tren yang diduga kuat akibat penyalahgunaan narkoba.
Skunk diduga jadi biang keladinya karena kandungan tetrahydrocannabinol atau THC mencapai 15 persen, lebih besar dibandingkan ganja biasa yang hanya empat persen.
Penelitian juga menekankan bahwa mereka yang mulai merokok ganja sebelum usia 15 tahun lebih berpotensi menderita gangguan kejiwaan ketimbang penghisap usai lainnya.
Dr Marta Di Forti, salah satu peneliti studi tersebut, mengatakan bahwa informasi soal penggunaan ganja pasien saat ini merupakan aspek penting yang ditanyakan oleh psikiater.
"Penemuan kami menunjukkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan publik terhadap risiko yang berhubungan dengan ganja kadar tinggi, terutama jika beberapa jenis ganja menjadi lebih mudah didapatkan," ujar kesimpulan studi tersebut. (stu)