Diberitakan The Guardian, polisi mendapati empat pistol tangan, dua senapan berburu dan enam senapan serbu, salah satunya adalah senapan militer AR-15.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hicks didakwa atas tiga dakwaan pembunuhan tingkat pertama pekan lalu. Jika menilik dari akun Facebooknya, Hicks yang mengklaim sebagai ateis melakukan pembunuhan atas dasar kebencian terhadap agama.
Namun polisi mengaku masih belum menemukan bukti bahwa kebencian tersebut menjadi dasar penembakan itu. Potensi lainnya, Hicks murka dan menembak ketiga korban karena cekcok masalah lahan parkir.
Membenci Islam dan Kristen
Pada postingannya tahun 2012, Hicks terang-terangan menyatakan kebencian terhadap Islam dan agama lainnya. Namun dia juga menegaskan menghargai kebebasan beribadah.
"Saya membenci Islam sama seperti Kristen, tapi mereka punya hak untuk beribadah di negara ini seperti yang lain," tulis Hicks, berbicara soal rencana pembangunan masjid dekat gedung WTC di New York.
Karena sikapnya yang penuh kebencian ini, putri Hicks dari pernikahan sebelumnya Sarah Hurley, 20, mengaku memutuskan hubungan dengan ayahnya beberapa tahun yang lalu.
"Saya memutuskan hubungan dengan dia bukan hanya karena dia tidak menghargai keyakinan beragama orang lain tapi juga menghina mereka di Facebook," kata Hurley yang bahkan enggan memanggil Hicks dengan sebutan "ayah", dilansir Huffington Post.
Salah satu senjata api yang ditemukan di rumah Hicks adalah senapan serbu militer AR-15. (Ilustrasi/Thinkstock) |
Salah satu senjata api yang ditemukan di rumah Hicks adalah senapan serbu militer AR-15. (Ilustrasi/Thinkstock)