Menurut CNN, hal ini bisa terlihat dari sebuah posting di Facebook pelaku Omar Abdel Hamid El-Hussein. Pria 22 tahun itu menyatakan siap mengabdi pada Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin ISIS di Suriah dan Irak.
"Setia pada Abu Bakar dengan ketaatan penuh dalam hal yang baik dan buruk. Dan saya tidak akan menyelisihinya kecuali dalam hal-hal yang di luar batas," tulis Hussein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hussein sendiri tidak asing di mata polisi. Dia telah sering berurusan dengan aparat karena berbagai kejahatan. Bahkan, Hussein baru saja keluar dari penjara dua pekan lalu.
Radikal di penjara
Menurut polisi yang dikutip The Independent, Hussein kemungkinan menjadi radikal saat berada di dalam penjara. Lembaga pemasyarakatan sebelumnya telah menginformasikan pada badan intelijen Denmark, PET, soal potensi berbahaya yang akan ditimbulkan Hussein.
Juru bicara PET, Lotte Holmstrup menolak berkomentar soal laporan tersebut, dengan mengatakan "kami tengah mencari tahu apa yang terjadi."
Sebelumnya direktur PET Jens Madsen mengonfirmasi pada Minggu bahwa Hussein telah lama menjadi perhatian mereka sebelum serangan tersebut. Madsen mengatakan Hussein terinspirasi oleh penembakan Charlie Hebdo dan toko kosher di Paris, Perancis, yang menewaskan 17 orang.
Lars Vilks yang menjadi incaran pembunuhan karena menggambar kartun Nabi Muhammad pada 2007 kini bersembunyi karena takut nyawanya terancam. (den)