Navalny, yang memimpin protes jalanan terhadap Vladimir Putin di Moskow pada 2011-2012 dan saudaranya Oleg, tahun lalu dituduh mencuri 30 juta rubel (hampir US$500 ribu dengan harga mata uang saat ini), dari dua perusahaan termasuk afiliasi perusahaan kosmetik Perancis Yves Rocher antara tahun 2008 dan 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Washington telah menyebut kasus tersebut sebagai upaya untuk membungkam perbedaan pendapat politik.
Sejak dihukum, Navalny makin menunjukkan sikap konfrontatif, memotong tanda tahanan rumahnya dan menghadiri aksi pendukungnya yang berkumpul pada hari pembacaan vonis tahun lalu, melanggar hukuman penahanannya.
Dia telah berjanji untuk memimpin 100 ribu orang pada 1 Maret mendatang sebagai protes terhadap kebijakan Kremlin yang menurut makin menggiring Rusia lebih dalam ke resesi ekonomi. (stu)