"Dia menolak diperiksa di gerbang pasar dan adu mulut. Dia lalu meledakkan bomnya, menewaskan dirinya dan lima orang lainnya, banyak yang terluka," kata seorang saksi Ibrahim Maishago kepada Reuters.
Kepada Reuters, saksi mata mengatakan bahwa gadis itu masih kecil, tidak lebih dari delapan tahun usianya. Sementara the Guardian menuliskan, gadis itu diperkirakan baru berusia tujuh tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebelumnya taktik serupa, dengan menggunakan wanita dan gadis kecil sebagai pengebom bunuh diri, digunakan oleh kelompok teroris Boko Haram di Nigeria sejak tahun lalu.
Serangan udara pasukan udara Nigeria berhasil menguasai kembali kota perbatasan Baga di utara dari tangan Boko Haram Sabtu pekan lalu.
Perdana Menteri Perancis Laurent Fabius mendesak Nigeria untuk meningkatkan penyerangan pada Boko Haram. Sebelumnya Paris telah berkomitmen untuk membantu informasi intelijen dan dukungan lainnya terhadap Nigeria dan tiga negara tetangga, Kamerun, Chad dan Niger.
Upaya memberantas Boko Haram juga menjadi pertaruhan bagi Presiden Nigeria Goodluck Jonathan yang akan mencalonkan diri kembali pada pemilu 28 Maret mendatang.
Jonathan dalam wawancara yang dipublikasi Minggu kemarin mengakui bahwa mereka telah menganggap remeh Boko Haram. Namun saat ini, dengan bantuan senjata dan amunisi, dia optimistis dapat mengalahkan kelompok teroris tersebut.
"Mungkin pada awalnya, kami, dan saya sendiri serta tim, kami menganggap remeh kapasitas Boko Haram," kata Jonathan pada koran ThisDay. (den)