Diberitakan Channel NewsAsia, UU tersebut disahkan oleh parlemen pada Selasa malam (3/2) setelah mendapatkan 51 suara yang mendukung dan hanya 28 yang menentangnya.
"Ini akan menjadi langkah ke depan menuju kehidupan masyarakat yang inklusif dan toleran yang akan dimasuki Slovenia di abad ke-21," kata Mateh Tasner Vatovec dari Partai United Left, kubu oposisi yang mengajukan UU tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tahun 2013 pemerintah Slovenia mengamandemen UU mereka soal referendum, sehingga hal-hal yang terkait HAM tidak boleh direfendum oleh rakyat.
Slovenia mengikuti jejak beberapa negara anggota Uni Eropa lainnya yang telah lebih dulu mengambil langkah serupa, seperti Inggris, Perancis dan Spanyol.
Namun isu ini masih sangat sensitif dan memicu perdebatan di negara-negara Eropa bagian timur. Kroasia menolak pernikahan sejenis dalam referendum akhir 2013 dan melarang pasangan gay untuk mengadopsi anak. (den)