Diberitakan Sputnik News yang mengutip Newsweek, Senin (9/3), pemimpin partai nasionalis sekuler Yisrael Beiteinu ini mengatakan bahwa warga Arab yang tidak setia pada Israel harus "dipenggal kepalanya dengan kapak."
Lieberman yang memang dikenal atas kritikannya yang pedas terhadap warga Arab Israel itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya Minggu lalu pada aksi massa di kota Herzliya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lieberman juga mengatakan bahwa warga warga Arab yang mengibarkan bendera hitam di "Hari Nakba", peringatan terusirnya Palestina dari tanah air mereka pasca pembentuk negara Israel tahun 1948, harus diusir dan dipaksa tinggal di Palestina.
"Mereka yang mengibarkan bendera hitam di 'Hari Nakba' sebagai simbol berduka di hari didirikannya Israel tidak pantas ada di sini, dan saya dengan senang hati menyerahkan mereka pada Mahmoud Abbas," lanjut Lieberman.
Ini bukan kali pertama Lieberman membuat pernyataan yang kontroversial terhadap warga Arab-Israel. Sebelumnya dia bersumpah mendesak hukuman mati terhadap warga Palestina yang disebutnya "teroris".
November lalu, dia juga menyarankan insentif keuangan bagi warga Arab-Israel untuk keluar dari Israel jika negara Palestina terbentuk. (den)