Pemerhati HAM, Syrian Observatory for Human Rights mencatat perang yang berawal dari pemberontakan nasional terhadap rezim presiden Bashar al-Assad ini telah menyebabkan lebih dari 215 ribu orang telah tewas sejak Maret 2011.
Dari jumlah tersebut, sebanyak sepertiga, atau sekitar 66 ribu orang di antaranya adalah warga sipil, 10.808 anak-anak, dan hampir 7.000 perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar korban berasal dari pihak yang bertikai. Di sisi pemerintah, sebanyak 46.138 tentara tewas, bersama dengan lebih dari 30 ribu milisi Suriah pro-Assad.
Sementara dari sisi pemberontak, sebanyak 27 ribu jihadis tewas, berasal dari kelompok militan ISIS dan afiliasi Al-Qaidah, Front al-Nusra
Lebih dari 39 ribu pejuang pemberontak lain diperkirakan tewas, termasuk milisi Kurdi yang memerangi jihadis di bagian utara dan timur Suriah.
Di luar jumlah tersebut, sebanyak 3.147 korban tewas di medan pertempuran namun belum teridentifikasi berasal dari warga, kelompok militan, atau tentara pemerintah.
Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Abdel Rahman
"Korban tewas tentu lebih banyak dari 215 ribu yang telah kami catat ini, karena sebagian besar lainnya hilang dan nasibnya tidak diketahui hingga saat ini," kata Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Abdel Rahman, dikutip dari Al-Arabiya, Minggu (15/3).
Di samping korban tewas yang mencapai ratusan ribu orang, sekitar 20 ribu orang menghilang dalam tahanan rezim Assad.
"Lebih dari 215 ribu orang tewas dan masyarakat internasional tetap diam dan tidak satu tindak kejahatan pun yang mendapatkan hukuman dari pengadilan internasional," kata Rahman.
Nasib ribuan warga sipil dan pejuang beberapa pihak yang bertikai yang diculik juga masih belum diketahui nasibnya.
"Impunitas ini mendorong para pembunuh untuk melanjutkan kejahatan mereka," ujar Rahman.
Perang saudara di Suriah telah menyebabkan hampir empat juta orang melarikan diri, sebanyak 1,3 juta di antaranya mengungsi ke kamp pengungsian Al-Zaatari di Mafraq, Yordania. (ama)