Larangan ini dikeluarkan di tengah upaya Serbia mengendalikan kepemilikan senjata pribadi warganya, seperti dikutip Reuters (17/3).
Diperkirakan ada ratusan ribu senjata yang tidak terdaftar dari sisa-sisa perang pada tahun 1990-an yang dimiliki oleh 7,3 juta warga Serbia. Jumlah ini belum termasuk dari 1 juta senjata yang terdaftar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan peraturan tersebut, warga bisa menyerahkan langsung senjata ilegal mereka ke polisi dan tidak dikenakan hukuman apapun hingga 4 Juni mendatang.
Namun jika warga masih bersikeras memiliki senjata tidak terdaftar, ada ancaman penjara lima tahun.
Pemerintah khawatir peraturan ini akan membuat banyak warga panik dan begitu saja membuang senjata mereka ke tempat sampah. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi keselamatan orang lain.
Untuk itu, Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan larangan berbunyi:
"Kementerian menyerukan pada para warga untuk tidak membuang granat tangan dan bahan peledak di tong sampah dan tempat-tempat semacam itu. Mereka harus menelepon kantor polisi terdekat dan petugas akan datang untuk membawa bahan peledak tersebut."
Pejabat kepolisian Serbia kepada Reuters memperkirakan ada sekitar 200 ribu hingga 900 ribu senjata ilegal yang dimiliki masyarakat. (den)