"Sapi adalah ibu kita dan kita harus melindunginya dengan cara apapun," kata pejabat Departemen Pertanian dan Peternakan wilayah Haryana, Om Prakas Dhankar, dikutip dari surat kabar Pakistan, The Tribune.
Sapi dianggap suci dalam agama Hindu yang dianut oleh mayoritas penduduk di wilayah tersebut. Pandangan ini juga dimiliki oleh partai berkuasa di India, Bharatiya Janata Party (BJP) yang berjanji akan menyertakan perlindungan bagi sapi dalam manifesto pemilu partai tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut hukum, seseorang yang dinyatakan bersalah karena menyembelih sapi dapat dikenai denda hingga 10 tahun penjara, dengan denda tambahan hingga 100 ribu Rupee, atau setara dengan Rp20,9 juta.
Jika tidak membayar denda, terdakwa dapat dikenakan satu tahun hukuman penjara tambahan.
Peraturan ini juga berlaku jika ekspor dilakukan ke negara-negara yang memperbolehkan pembantaian sapi.
Undang-undang ini juga melarang sepenuhnya penjualan segala jenis daging sapi. Bagi yang melanggar dapat dikenakan hukuman tiga hingga lima tahun dan denda hingga 50 ribu Rupee, atau sekitar Rp10,4 juta. Kendaraan yang digunakan untuk menjual daging sapi juga akan disita.
"Tidak ada orang akan boleh menjual, menawarkan penjualan, menyediakan sarana untuk menjual daging sapi baik mentah maupun olahan dan kemasan," bunyi undang-undang tersebut.
Times of India menyatakan bahwa menurut hukum India, baik pembantaian maupun penjualan daging sapi akan dikenakan hukuman yang tak dapat ditebus dengan uang jaminan.
Pemerintah juga berencana untuk membuat laboratorium khusus untuk mendeteksi perbedaan daging sapi dan daging hewan lainnya, serta mengadakan analisis terkait susu sapi.
Peraturan di Haryana ini menyusul peraturan yang ditetapkan di negara bagian Maharashtra Barat, yang menjatuhi hukuman lima tahun penjara bagi warganya yang terbukti memiliki sapi.
Namun, peraturan ketat ini menuai kritik dari sejumlah politisi yang menganggap paraturan ini tidak lain dari "sebuah agenda politik".
"India adalah negara yang beragam dan di negara yang beragam, orang memiliki kebiasaan kuliner yang berbeda," kata pemimpin Kongres, Manish Tewari.
"Tidak ada yang menganjurkan bahwa Anda harus makan daging sapi atau tidak makan daging sapi, menjadi vegetarian atau tidak. Itu semua adalah pilihan masing-masing individu. Negara tak berhak menentukan kesukaan makan warganya," kata Tewari.
Menurut catatan Dinas Pertanian Luar Negeri, Departemen Pertanian AS, pada 2013 dan 2014, India merupakan eksportir daging sapi kedua terbesar di dunia. Sebanyak 20 persen suplai daging sapi dunia berasal dari negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi ini.
Pada 2014, India juga merupakan negara dengan perternakan sapi terbesar di dunia dengan jumlah lebih dari 301 juta hewan ternak. (ama/stu)